Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2020

Update Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 Ribu

Update Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 Ribu

Berita IndonesiaUpdate Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 RibuPemerintah melaporkan bahwa penyebaran virus Corona di Indonesia masih tinggi terjadi hingga saat ini. 


Bahkan, data sampai hari Rabu 22 Juli 2020, telah terjadi penambahan 1.882 kasus baru positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data harian kasus Corona dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan adanya penambahan kasus positif itu, saat ini secara total terdapat sebanyak 91.751 kasus COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, terdapat juga penambahan kasus pada pasien Corona yang sembuh, yakni sebanyak 1.789. Dengan adanya tambahan pasien sembuh tersebut, secara total hingga hari ini sudah ada 50.255 pasien COVID-19 yang berstatus sembuh di seluruh Indonesia.

Sementara itu, pada data antara 21-22 Juli 2020, tercatat sebanyak 139 pasien COVID-19 meninggal dunia. Sehingga, total pasien yang meninggal akibat COVID-19 hingga saat ini telah mencapai 4.459 kasus.

Minggu, 19 Juli 2020

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351

Berita IndonesiaCorona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351. Jumlah kasus positif Corona atau COVID-19 di DKI Jakarta terus mengalami pertambahan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta melaporkan sampai Minggu, 19 Juli 2020 terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 312.

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351
Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351
Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Jakarta pada hari ini sebanyak 16.351 kasus. Dari jumlah itu, 10.444 orang dinyatakan sudah sembuh. Sementara, 745 orang meninggal dunia.

"Terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 312 kasus," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani, Minggu, 19 Juli 2020.

Pun, ada catatan 925 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, 4.237 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedangkan, untuk pasien suspect berjumlah 52.586 orang.

Untuk yang sudah selesai menjalani isolasi tercatat berjumlah 48.646 orang. Suspect yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 610 orang. Sementara, suspect yang masih menjalani isolasi di rumah sakit sebanyak 1.136 orang.

"Dan yang meninggal sebanyak 2.194 orang. Selain itu, untuk probable berjumlah 42 orang, yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 38 orang, dan yang meninggal sebanyak 4 orang," ujar Fify.

Sementara, catatan bagi pelaku perjalanan berjumlah 1.803 orang. Dengan yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 1.758 orang. Lalu, yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 45 orang. "Untuk kontak erat berjumlah 81.327 orang, yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 73.955 orang. Yang masih jalani isolasi di rumah sebanyak 7.372 orang," ujarnya.

Kamis, 26 Maret 2020

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Berita DuniaAmerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona. Akhirnya Amerika Serikat memutuskan meminta bantuan dari China untuk memerangi wabah Virus Corona atau COVID-19 yang sudah membuat negara adi kuasa itu menjadi pusat pandemi dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Permintaan bantuan mengatasi corona dilakukan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia langsung menghubungi Presiden China, Xi Jinping, Jumat siang 27 Maret 2020.

"Baru saja menyelesaikan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Dibahas dengan sangat terperinci Corona Virus yang merusak sebagian besar Planet kita. China telah melalui banyak dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang Virus. Kami bekerja sama dengan erat. Banyak hormat!," tulis Trump dalam pernyataan tertulis di akun Twitter resminya.

Perlu diketahui saat ini kondisi Amerika memang sedang parah. Jumlah penderita corona di negara ini meledak sampai 16 ribu orang perhari.

Akibatnya, kini Amerika Serikat menjadi negara nomor 1 dunia dalam jumlah penderita corona. Total sudah sebanyak 85.991 warga Amerika positif corona.

Sementara China tergusur ke posisi kedua, di negeri panda ini tercatat ada sebanyak 81.782 orang terjangkit corona.

Untuk diketahui, permintaan bantuan mengatasi corona ini sangat mengejutkan dunia. Sebab dalam beberapa waktu terakhir memang Trump sedang dikecam karena berusaha membuat suhu politik kedua negara memanas dengan melontarkan kata-kata rasis kepada China. 

Trump mengganti nama Virus Corona dengan Chinese Virus atau Virus China. Namun akhirnya Trump sendiri yang tunduk pada China.

Minggu, 15 Maret 2020

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Virus CoronaCara Terhindar dari Virus COVID-19. Sejak Virus Corona COVID-19 terus mewabah, muncul sejumlah istilah baru yang terdengar awam bagi banyak orang. Mulai dari epidemi, pandemi, hingga yang terakhir social distance. Dalam pidato terbarunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyebutkan istilah social distance.


Cara Terhindar dari Virus COVID-19

"Saat ini yang penting social distance, jaga jarak. Dengan kondisi itu maka kita kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah," katanya saat temu media di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. Tapi apa sih yang dimaksud dengan social distance?

Dalam artian yang sederhana, social distance yaitu menjaga jarak sosial. Seperti dilansir dari laman resmi John Hopkins University, Minggu hari ini, dalam konteks kebijakan kesehatan, social distance adalah praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit.

Hal ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian. Dalam konteks wabah Virus Corona COVID-19, menjaga jarak ini bertujuan memperlambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi.

Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan, dan juga pekerja. Lalu, bagaimana menerapkan social distance?

John Hopkins University mendefinisikan jarak sosial sebagaimana berlaku untuk COVID-19 sebagai "tetap berada di luar pengaturan kongregasi, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak (sekitar 6 kaki atau 2 meter) dari orang lain jika memungkinkan.

Dengan kata lain, juga menghindari adanya pelukan dan juga jabat sangat. Sangat penting untuk menjaga jarak sejauh 6 kaki dari siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, termasuk batuk, bersin, atau demam.

Seiring dengan jarak fisik, mencuci tangan yang benar penting untuk melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi orang lain di sekitar Anda — karena virus dapat menyebar bahkan tanpa gejala.

"Jangan menunggu bukti bahwa ada sirkulasi (COVID-19) di komunitas Anda. Silakan dan tingkatkan mencuci tangan itu sekarang karena itu benar-benar membantu mengurangi penularan,"kata Caitlin Rivers, seorang ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security.

Ia juga merekomendasikan mencuci tangan setiap kali masuk dari dalam ruangan ke luar rumah, sebelum makan, dan sebelum menghabiskan waktu dengan orang-orang yang lebih rentan terhadap efek Virus Corona COVID-19, termasuk orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis yang serius.

Sabtu, 07 Maret 2020

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Metro IndonesiaCerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako. Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto memberi apresiasi kepada Susanna Indrayani, pemilik toko di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, yang videonya viral di media sosial karena melarang pembelinya memborong sembako saat ada kepanikan menyusul wabah virus corona Covid-19.

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako
Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako
Perlu diapresiasi, karena Ibu Susanna justru membatasi belanja para konsumennya dengan alasan agar semua orang bisa kebagian. Sementara banyak pedagang yang berusaha cari untung sebanyak-banyaknya dan senang kalau dagangannya diborong,” ujar Budhi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Maret 2020.

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Sementara itu, Susanna mengaku memang tak mau ambil kesempatan dalam kasus virus corona yang sedang ramai di Tanah Air. Ia pun berharap penyebaran virus corona cepat selesai dan hilang.

Saya tidak terpikirkan untuk ambil kesempatan dalam kesempitan dalam situasi begini,” ujarnya.

Saya berharap penyakit cepat itu cepat hilang. Maka setiap orang datang, saya selalu bilang, pulang sembahyang, masing-masing agama.”

Ini paling penting, bukan barang-barang itu. Kalau penyakit itu hilang kita semua jadi lancar, barang-barang sembako juga aman.”

Video tentang Susanna yang melarang pembelinya memborong dagangan sempat viral di media sosial. Pasalnya, perempuan keturunan Tionghoa ini tak serta-merta senang karena dagangannya habis diborong. Dia malah minta pembelinya membeli sembako secukupnya saja agar pembeli lain juga kebagian.

Rabu, 04 Maret 2020

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

VIRUS CORONASidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu. Masker langka dan harganya mahal di pasar kini jadi persoalan. Pihak kepolisian pun merespons persoalan ini dengan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu
Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan mengingatkan para pedagang agar tak coba-coba menaikkan harga masker. Kenaikan harga masker ini memanfaatkan momentum masuknya virus Corona ke Tanah Air.

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

Iwan menyebut pedagang yang menaikkan harga masker bisa dikenakan tindak pidana atas yang mereka lakukan tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat sidak penjualan masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur hari ini, Rabu 4 Maret 2020.

"Agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi. Kalau kami dapati kami akan menindak tegas," kata Iwan.

Namun, bukan hanya pedagang, Iwan juga mengingatkan para distributor hingga produsen. Sebab, pedagang mengaku yang mematok harga adalah distributor.

"Kami imbau para produsen, distributor atau para sales yang menjual masker maupun bahan-bahan antiseptik yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini kami akan melakukan penindakan tegas," ujarnya.

Polisi pun melakukan mengecekan harga masker di Pasar Pramuka. Pun, keaslian masker juga ditinjau. Hasilnya, polisi dapati masker yang biasa dijual puluhan ribu dijual seharga Rp200 ribu. 

Kemudian, polisi juga mendapati beberapa masker dengan harga selangit yang dijual di sana bahkan tidak asli alias abal-abal. Pasalnya, masker tidak memiliki standar pada umumnya.

"Ini masker enggak standar SNI, kenapa dijual Rp200.000 per-boks," kata Iwan lagi. 

Minggu, 01 Maret 2020

Mengerikan, Korban Corona Iran Roboh di Jalanan

Mengerikan, Korban Corona Iran Roboh di Jalanan

BERITA DUNIAMengerikan, Korban Corona di Iran Roboh di Jalanan. Kondisi di Iran sudah benar-benar mirip di China. Sudah banyak warga yang mendadak tumbang di jalan akibat terserang virus corona atau COVID-19.

Mengerikan, Korban Corona di Iran Roboh di Jalanan
Mengerikan, Korban Corona di Iran Roboh di Jalanan

Mengerikan, Korban Corona Iran Roboh di Jalanan


Salah satunya terjadi di Ibu Kota Teheran, seorang pria terekam mendadak roboh di tengah jalan. Pria itu terlihat begitu kesakitan.

Sejumlah orang berusaha memberikan pertolongan tapi pria itu meminta mereka untuk menjauhi dirinya.

Kondisi pria itu disiarkan IranNews dalam sepenggal cuplikan video amatir yang mereka dapat di Kota Teheran.

"Seorang pria pingsan di jalan dengan batuk dan ketika kami ingin mendekatinya dia berkata dia sakit dan kita tidak boleh mendekat," ujar saksi mata seperti yang dikutip, Minggu 1 Maret 2020.

Tak berapa lama berselang, tim media berpakaian lengkap tiba dengan ambulans dan langsung mengevakuasi penderita corona itu ke rumah sakit.

Iran merupakan salah satu negara dengan tingkat kematian akibat corona tertinggi kedua setelah China. Hingga saat ini tercatat sudah 43 orang meninggal dunia. Sebanyak 593 orang positif.

Wabah corona di Iran pertama kali ditemukan di Kota Suci Qom. Korban meninggal dunia terbanyak pun ditemukan di kota sejuta ulama itu. Di Iran corona bahkan telah menyerang sejumlah pejabat seperti wakil Presiden dan wakil Menteri Kesehatan.

Baca Juga : Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR

Warga Ngamuk Bakar Klinik yang Rawat Pasien Corona

Wabah virus corona atau COVID-19 di Iran benar-benar telah membuat negara itu kacau. Yang terbaru, sebuah sarana kesehatan di Kota Bandar Abbas dibakar massa karena tak terima pasien corona dari kota lain dirawat di tempat itu.

Seperti dikabarkan Iranintl,  massa datang dan mengamuk di area klinik bernama Towhid itu. Tak hanya itu mereka juga nekat membakar bangunan klinik.

Klinik yang barada di selatan Iran itu dibakar karena terjadi kepanikan virus mematikan bakal menyerang wilayah mereka, jika pasien corona dirawat di klinik itu.

Menurut massa di klinik itu ada pasien corona asal kota lain yang sedang menjalani perawatan. Pasien itu berasal dari Kota Suci Qom.

"Beberapa jam sebelum dan sesudah berita tentang perawatan beberapa pasien dengan Di klinik Tohid di Bandar Abbas, sejumlah pengunjuk rasa menyerbu klinik dan membakar sebagiannya," tulis Iranintl dikutip VIVA.co.id, Minggu 1 Maret 2020.

Aksi massa di Kota Banda Abbas bisa diredam setelah petugas keamanan diturunkan ke lokasi. Meski begitu belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat pembakaran klinik itu.

Berdasarkan informasi, di Klinik Towhid ada sebanyak 10 pasien corona asal Kota Suci Qom yang menjalani karantina.

Kepanikan warga di Kota Bandar Abbas sebenarnya tak berdasar meskipun diketahui kota tempat pasien itu berasal saat ini menjadi kota kedua di dunia yang tercatat sebagai kota dengan tingkat kematian akibat corona tertinggi setelah China.