Tampilkan postingan dengan label agen poker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agen poker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2020

111 Dokter Meninggal, Masih Mau Anggap Remeh COVID-19?

 111 Dokter Meninggal, Masih Mau Anggap Remeh COVID-19?

Berita Kesehatan - Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Halik Malik membenarkan bahwa sudah 111 dokter di Indonesia yang meregang nyawa akibat COVID-19. Sebaran datanya pun nyaris mencakup seluruh wilayah di Tanah Air.

Boneka tenaga medis dan peti mati korban COVID-19 di Jalan Kemang Raya

"Ya betul itu catatan PB IDI berdasarkan laporan dari IDI Cabang/Wilayah," kata Halik kepada VIVA, Jumat 11 September 2020.

Lebih lanjut, pada data awal per tanggal 10 September 2020 pukul 14.00 WIB, kasus kematian baru sebanyak 109 dokter. Namun, pada pagi hari tadi, dokter Halik kembali mengabarkan ada dua dokter yang 'tumbang' akibat COVID-19 di dua wilayah berbeda.

"Pagi ini ada 2 dokter lagi yang wafat. (Data 110 yaitu) dr. Dharma Widya dari IDI Aceh Timur dan (data 111) dr. Gardjito Hardjosukarso, SpJP dari IDI Jakarta Pusat," tuturnya.

Harga yang begitu mahal harus dibayar oleh para petugas medis saat memerangi COVID-19. Tentunya, kondisi ini seharusnya bisa menyadarkan masyarakat akan besarnya dampak yang dipicu oleh COVID-19.

Menjaga jarak, memakai masker, serta rutin mencuci tangan harus menjadi sebuah disiplin dalam adaptasi kehidupan baru ini. Untuk lebih jelas, berikut sebaran data kasus kematian seluruh dokter di Indonesia per 11 September 2020.

Jawa Timur: 29 dokter
Sumatera Utara: 20 dokter
DKI Jakarta: 14 dokter
Jawa Barat: 10 dokter
Jawa Tengah: 8 dokter
Sulawesi Selatan: 6 dokter
Bali: 4 dokter
Kalimantan Selatan: 4 dokter
Sumatera Selatan: 4 dokter
Kalimantan Timur: 3 dokter
Kepulauan Riau: 2 dokter
DI Yogyakarta: 2 dokter
Aceh: 2 dokter
Papua Barat: 1 dokter
Nusa Tenggara Barat: 1 dokter
Banten: 1 dokter.

Senin, 07 September 2020

Bantuan Rp600 Ribu bagi Pekerja Gaji Bawah Rp5 Juta

 Bantuan Rp600 Ribu Berlanjut Sampai 2021

Berita Indonesia - Pemerintah akan melanjutkan program subsidi upah bagi para pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Wacana itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara hari ini.

Bantuan Rp600 Ribu bagi Pekerja Gaji Bawah Rp5 Juta

"Bantuan untuk subsidi gaji itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan [2021]," kata Airlangga, Senin 7 September 20020.

Airlangga menyebutkan, bantuan sosial lain juga dilanjutkan selama pandemi COVID-19 terjadi di Tanah Air. Di antaranya Program Keluarga Harapan, bantuan sembako, Kartu Prakerja, bantuan UMKM.

"Dengan demikian program-program ini diharapkan utk masih menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.

Sekadar diketahui, bantuan pemerintah kepada para pekerja ini diberikan dengan memenuhi sejumlah syarat. Selain bergaji di bawah Rp5 juta, para pekerja yang menerima juga harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyatakan bahwa bantuan ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat yang tengah menurun. Adapun bantuan diberikan sebesar Rp600 ribu selama empat bulan ke depan.

"Artinya ini kita berikan sebagai sebuah penghargaan, reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," tutur Jokowi saat meluncurkan bantuan tersebut, akhir Agustus 2020 lalu.


boshepoker - daftar boshepoker, agen boshepoker, boshepoker VIP uang asli

Minggu, 15 Maret 2020

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Virus Corona - Cara Terhindar dari Virus COVID-19. Sejak Virus Corona COVID-19 terus mewabah, muncul sejumlah istilah baru yang terdengar awam bagi banyak orang. Mulai dari epidemi, pandemi, hingga yang terakhir social distance. Dalam pidato terbarunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyebutkan istilah social distance.


Cara Terhindar dari Virus COVID-19

"Saat ini yang penting social distance, jaga jarak. Dengan kondisi itu maka kita kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah," katanya saat temu media di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. Tapi apa sih yang dimaksud dengan social distance?

Dalam artian yang sederhana, social distance yaitu menjaga jarak sosial. Seperti dilansir dari laman resmi John Hopkins University, Minggu hari ini, dalam konteks kebijakan kesehatan, social distance adalah praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit.

Hal ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian. Dalam konteks wabah Virus Corona COVID-19, menjaga jarak ini bertujuan memperlambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi.

Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan, dan juga pekerja. Lalu, bagaimana menerapkan social distance?

John Hopkins University mendefinisikan jarak sosial sebagaimana berlaku untuk COVID-19 sebagai "tetap berada di luar pengaturan kongregasi, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak (sekitar 6 kaki atau 2 meter) dari orang lain jika memungkinkan.

Dengan kata lain, juga menghindari adanya pelukan dan juga jabat sangat. Sangat penting untuk menjaga jarak sejauh 6 kaki dari siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, termasuk batuk, bersin, atau demam.

Seiring dengan jarak fisik, mencuci tangan yang benar penting untuk melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi orang lain di sekitar Anda — karena virus dapat menyebar bahkan tanpa gejala.

"Jangan menunggu bukti bahwa ada sirkulasi (COVID-19) di komunitas Anda. Silakan dan tingkatkan mencuci tangan itu sekarang karena itu benar-benar membantu mengurangi penularan,"kata Caitlin Rivers, seorang ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security.

Ia juga merekomendasikan mencuci tangan setiap kali masuk dari dalam ruangan ke luar rumah, sebelum makan, dan sebelum menghabiskan waktu dengan orang-orang yang lebih rentan terhadap efek Virus Corona COVID-19, termasuk orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis yang serius.

Sabtu, 07 Maret 2020

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Metro Indonesia - Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako. Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto memberi apresiasi kepada Susanna Indrayani, pemilik toko di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, yang videonya viral di media sosial karena melarang pembelinya memborong sembako saat ada kepanikan menyusul wabah virus corona Covid-19.

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako
Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako
“Perlu diapresiasi, karena Ibu Susanna justru membatasi belanja para konsumennya dengan alasan agar semua orang bisa kebagian. Sementara banyak pedagang yang berusaha cari untung sebanyak-banyaknya dan senang kalau dagangannya diborong,” ujar Budhi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Maret 2020.

Cerita Wanita Tionghoa Pemilik Toko Larang Borong Sembako

Sementara itu, Susanna mengaku memang tak mau ambil kesempatan dalam kasus virus corona yang sedang ramai di Tanah Air. Ia pun berharap penyebaran virus corona cepat selesai dan hilang.

“Saya tidak terpikirkan untuk ambil kesempatan dalam kesempitan dalam situasi begini,” ujarnya.

“Saya berharap penyakit cepat itu cepat hilang. Maka setiap orang datang, saya selalu bilang, pulang sembahyang, masing-masing agama.”

“Ini paling penting, bukan barang-barang itu. Kalau penyakit itu hilang kita semua jadi lancar, barang-barang sembako juga aman.”

Video tentang Susanna yang melarang pembelinya memborong dagangan sempat viral di media sosial. Pasalnya, perempuan keturunan Tionghoa ini tak serta-merta senang karena dagangannya habis diborong. Dia malah minta pembelinya membeli sembako secukupnya saja agar pembeli lain juga kebagian.

Paus Bertarung dengan Anjing Laut, Pantai Jadi Pekat Darah

Paus Bertarung dengan Anjing Laut, Pantai Jadi Pekat Darah

Berita Unik - Paus Bertarung dengan Anjing Laut, Pantai Jadi Pekat Darah. Ini adalah saat-saat yang mengerikan ketika paus sperma kerdil mencoba melarikan diri dari serangan seekor anjing laut dengan cara melompat ke bebatuan.

Paus Menelan Singa laut
Paus Menelan Singa laut
Rekaman yang menegangkan tersebut berhasil ditangkap oleh peselancar pro, Jordy Smith, di Afrika Selatan. Video tersebut memperlihatkan paus melompat ke darat saat anjing laut membututinya dari belakang.

Paus Bertarung dengan Anjing Laut, Pantai Jadi Pekat Darah

Dilansir Daily Star, paus malang itu mulai menyemprotkan tinta merah gelap di belakangnya untuk mengacaukan pandangan anjing laut yang mengejarnya.

Namun malang, saat paus sperma kerdil itu melompat ke bebatuan, permukaan tubuhnya terkoyak permukaan batu karang yang keras, hingga paus itu terluka dan banyak mengeluarkan darah.

Paus tersebut kembali terjatuh ke dalam air sambil mati-matian berusaha menemukan tempat untuk melarikan diri hingga air berubah warna menjadi merah keruh akibat darah yang dikeluarkan paus yang terluka itu.

Selain video, Smith juga mengunggah foto-foto paus sperma yang sebagian besar tubuhnya tergores oleh bebatuan. Namun, tidak pasti apakah paus tersebut berhasil selamat dari serangan anjing laut itu.

Lebih dari 38 ribu orang yang telah menonton video Smith, sejak dibagikan pada Jumat malam, 6 Maret 2020. Melihat warna air laut yang berubah menjadi merah, warganet yakin kalau itu darah paus.

"Apakah batu-batu itu yang menyebabkan semua kerusakan itu?" tanya warganet.

"Ya Tuhan, apa-apaan ini?" ujar yang lain terkejut.

"Tidak terlalu jelas apa yang terjadi, tapi sangat berdarah," kata yang lain.

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga

Cegah Corona - Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga. Empat warga negara Indonesia telah dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona COVID-19. Dengan bertambah kasus serangan virus mematikan itu, pencegahan penyebarannya pun terus digalakkan salah satunya dengan menjaga kebersihan tangan.

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga
Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga
Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menurut para pakar, mampu menjadi cara efektif pencegahannya. Meski terdengar sederhana, menjaga kebersihan tangan memiliki banyak hal yang harus diperhatikan namun sering disepelekan. Berikut 5 hal penting untuk menjaga kebersihan tangan dikutip dari laman The Health Site.

Harus gunakan air mengalir atau hand sanitizer alkohol 60 persen


Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap orang mencuci tangan secara rutin. Namun, mencuci tangan harus pakai air mengalir seperti dari kran dan sabun. Jika mengenakan hand sanitizer, harus dengan kandungan alkohol 60 persen agar kuman mati.

Aturan 20 detik

Cuci tangan minimal 20 detik. Terapkan setiap langkahnya. Pastikan air yang digunakan adalah sumber yang bersih dan diberikan di tiap bagian telapak tangan seperti sela jari dan ujung kuku.

Pastikan tangan kering

Setelah mencuci tangan, selalu pastikam tangan dalam keadaan kering. Dengan menghilangkan kelembaban di tangan, kecenderungan kuman untuk menempel kembali dapat terjadi lebih minim.

Gunakan tisu kering

Sebaiknya keringkan tangan dengan tisu dan hindari menggunakan kain atau handuk. Pemakaian kain cenderung berisiko menempelkan virus kembali ke tangan. Selain itu, jangan menggunakan pengering udara panas karena itu lebih berisiko menyebarkan kuman.

Tisu basah antibakteri

Jika tak ada air mengalir dan hand sanitiser, bisa menggunakan tisu basah dengan kandungan antibakteri. Media ini juga sama efektifnya dalam membasmi kuman yang menempel.


Minggu, 01 Maret 2020

Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR

Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR

BERITA INDONESIA - Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR. Gempa bumi mengguncang Sumba, Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebutkan kekuatan gempa 4,2 pada skala richter.

Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR
Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR

Sumba NTT Diguncang Gempa 4,2 SR


BMKG mencatat, gempa bumi terjadi pukul 15:09 WIB, Minggu 1 Maret 2020, lokasi gempa berada pada koordinat 9.88 Lintang Selatan dan 118/85 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di lautan sekitar 35 kilometer barat daya wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, NTT, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG tak mengeluarkan peringatan dini gelombang tsunami pada gempa bumi ini. Namun masyarakat diminta tidak panik jika terjadi gempa, tetap waspada dan tidak mempercayai informasi-informasi bohong yang dapat meresahkan.

Sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa bumi ini.