Tampilkan postingan dengan label Virus Corona Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2020

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM 

Berita Terkini - Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaporkan jumlah kendaraan yang diputar balik sejak 27 Mei 2020 hingga 1 Juni 2020 mencapai 18.708 kendaraan.



Pengendara diberikan sanksi putar balik karena tak dapat menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) saat keluar atau masuk ke wilayah DKI Jakarta.

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM 

"Sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2020, Polda Metro Jaya telah memutar balikkan 18.708 kendaraan bermotor yang hendak keluar masuk Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Yusri merinci dari total 18.708 pengendara yang diputar balikan, 7.571 kendaraan di antaranya ditindak di pos penyekatan Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya di pos penyekatan Kabupaten Bogor sebanyak 2.779 kendaraan. Disusul, 2.423 kendaraan disekat di Pos Kabupaten Bekasi.

"Sisanya 3.637 kendaraan terjaring dan diputar-balik di wilayah DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan)," jelas Yusri.

Dia mengatakan, pihaknya mendirikan 20 pos untuk menyeleksi kendaraan yang hendak keluar masuk DKI Jakarta.

Merujuk pada Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta. Yusri menerangkan, kendaraan yang diizinkan keluar dan masuk DKI hanyalah yang mengantongi SIKM.

Diberikan Dua Opsi
Adapun tindakan yang diambil petugas terhadap pengendara yang tidak memiliki SIKM diberikan dua opsi, yaitu kendaraan akan diputar balik dan tidak boleh masuk ke Jakarta, atau penumpang di dalam kendaraan tersebut harus dikarantina atau diisolasi selama 14 hari di tempat yang disediakan pemerintah.

"Kami sekat pengendara. Sebanyak 9 titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua," ucap dia.

sumber : liputan6

Kamis, 19 Maret 2020

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Berita Dunia - Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol. Para tenaga medis di Hubei, China, tampak saling berpelukan dan terharu usai berjuang melalui masa-masa sulit wabah COVID-19. Rasa haru mereka membuncah karena provinsi yang mencatat kasus pertama virus corona itu, baru saja melaporkan bahwa tidak ada kasus selama dua hari berturut-turut.

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol
Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol
Komisi Kesehatan Provinsi mengatakan kepada Xinhua dan dikutip laman World of Buzz, selama dua hari berturut-turut, Provinsi Hubei di China Tengah melaporkan nol dugaan kasus baru. Bahkan jumlah dugaan kasus yang ada telah berkurang menjadi nol setelah dilaporkan pada hari Selasa, 17 Maret.

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Provinsi ini melaporkan satu kasus baru dan 11 kematian baru pada hari Selasa, yang menjadikan jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi menjadi 67.800. Namun, pada hari Selasa, Hubei tidak melihat kasus baru selama 13 hari berturut-turut di semua kota dan prefektur di luar Wuhan.

Dengan adanya temuan tersebut, para tenaga medis yang terlihat mengenakan masker dan pakaian berwarna oranye ini saling berpelukan. Tentu hal ini menjadi hal yang paling mengharukan setelah 3 bulan lamanya mereka harus bekerja ekstra dalam menangani puluhan ribu pasien virus corona. 

Bahkan mereka harus rela meninggalkan anggota keluarga saat perayaan Imlek Januari lalu. Para tenaga medis diketahui mulai dipulangkan pada Selasa setelah diketahui adanya penurunan jumlah kasus pasien corona di sana. 

Kita juga berharap semoga wabah ini bisa segera berakhir di Indonesia. Dan tidak ada lagi penambahan jumlah pasien positif atau meninggal.?

Senin, 16 Maret 2020

Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona

Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona

Berita Indonesia - Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju langsung melakukan cek kesehatan setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terkena virus corona atau Covid-19 pada Sabtu malam, 14 Maret 2020.

Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona
Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona
Sejumlah pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Senin, 16 Maret 2020.

Deretan Menteri Jokowi yang Dikabarkan Corona

Di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemudian, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Julian P Barubara. 

Nah, sebelumnya juga sempat dikabarkan sejumlah menteri dalam keadaan sehat. Mereka menyampaikan informasi tersebut melalui akun resmi media sosial masing-masing. 

Berikut menteri yang melaporkan kondisinya, seperti dikutip VIVA pada Selasa, 17 Maret 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani mengumumkan bahwa kondisinya sehat-sehat saja di akun instagram @smindrawati. Bahkan, Sri juga masih bekerja pekan lalu dan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kementerian Keuangan.

"Saya, alhamdulillah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh," kata Sri.

Menteri Bappenas Suharso Monoarfa

Suharso juga mengunggah foto saat dilakukan pemeriksaan sesuai protokol penanganan Covid-19 ke instagram. Untuk itu, ia mengimbau semua juga melakukan hal yang sama.

“Hari ini saya melakukan beberapa kegiatan di Bali dan di tengah kegiatan saya sempat melakukan pemeriksaan sebagai antisipasi menularnya Covid-19. Saya mengimbau semua pihak untuk tidak takut memeriksa diri jika ada gejala awal terkena atau ada riwayat kontak dengan orang positif Covid-19. Mari kita semua menjaga kesehatan masing-masing," kata Suharso.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki sempat dikabarkan positif kena virus corona. Namun, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja langsung membantah kabar tersebut. Menurut dia, Menteri Basuki sehat.

“Kemarin saya berkomunikasi dengan beliau dari pagi sampai malam untuk berbagai urusan pekerjaan. Beliau ada di rumah dinas. Insya Allah, dalam keadaan sehat walafiat,” kata Endra.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Budi Karya Sumadi diumumkan positif terinfeksi virus corona. Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto, Albertinus Budi Sulistya mengatakan Menteri Budi Karya tercatat sebagai kasus 76.

Sementara, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan keluarga Menteri Budi Karya sudah mengizinkan pemberitahuan soal status positif terkena virus corona.

“Keterlibatan beliau luar biasa untuk penanganan dampak ini. Saya dapat laporan dari Pak Menkes (Terawan Agus Putranto) dan kesehatan beliau semakin membaik. Semoga beliau semakin sehat,” tuturnya.

Minggu, 15 Maret 2020

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Virus Corona - Cara Terhindar dari Virus COVID-19. Sejak Virus Corona COVID-19 terus mewabah, muncul sejumlah istilah baru yang terdengar awam bagi banyak orang. Mulai dari epidemi, pandemi, hingga yang terakhir social distance. Dalam pidato terbarunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyebutkan istilah social distance.


Cara Terhindar dari Virus COVID-19

"Saat ini yang penting social distance, jaga jarak. Dengan kondisi itu maka kita kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah," katanya saat temu media di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. Tapi apa sih yang dimaksud dengan social distance?

Dalam artian yang sederhana, social distance yaitu menjaga jarak sosial. Seperti dilansir dari laman resmi John Hopkins University, Minggu hari ini, dalam konteks kebijakan kesehatan, social distance adalah praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit.

Hal ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian. Dalam konteks wabah Virus Corona COVID-19, menjaga jarak ini bertujuan memperlambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi.

Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan, dan juga pekerja. Lalu, bagaimana menerapkan social distance?

John Hopkins University mendefinisikan jarak sosial sebagaimana berlaku untuk COVID-19 sebagai "tetap berada di luar pengaturan kongregasi, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak (sekitar 6 kaki atau 2 meter) dari orang lain jika memungkinkan.

Dengan kata lain, juga menghindari adanya pelukan dan juga jabat sangat. Sangat penting untuk menjaga jarak sejauh 6 kaki dari siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, termasuk batuk, bersin, atau demam.

Seiring dengan jarak fisik, mencuci tangan yang benar penting untuk melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi orang lain di sekitar Anda — karena virus dapat menyebar bahkan tanpa gejala.

"Jangan menunggu bukti bahwa ada sirkulasi (COVID-19) di komunitas Anda. Silakan dan tingkatkan mencuci tangan itu sekarang karena itu benar-benar membantu mengurangi penularan,"kata Caitlin Rivers, seorang ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security.

Ia juga merekomendasikan mencuci tangan setiap kali masuk dari dalam ruangan ke luar rumah, sebelum makan, dan sebelum menghabiskan waktu dengan orang-orang yang lebih rentan terhadap efek Virus Corona COVID-19, termasuk orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis yang serius.

Jumat, 13 Maret 2020

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Virus Covid-19 - Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan. Satu orang pasien positif virus corona (COVID-19) melarikan diri dari ruang isolasi RSUP Persahabatan, Jakarta. Disebutkan oleh pihak rumah sakit bahwa pasien tersebut kabur dengan bantuan dari keluarga.

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan
Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan
"Tidak diizinkan (keluar). Dia keluar dan sudah ditunggu oleh keluarga," ujar Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan Sp.P., di kantornya, Jumat 13 Maret 2020.

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Lebih lanjut Erlina menjelaskan bahwa ruang isolasi bukanlah dibentuk seperti penjara yang dikunci dengan jeruji besi. Ada pintu masuk dan keluar, serta diberikan pengamanan dari petugas yang berjaga.

"Jadi diisolasi juga enggak kayak penjara yang dikunci pakai gembok. Ada juga tempat masuknya karena pasien harus masuk dari depan. Begitu masuk, petugas meleng, sudah keluar, sudah ada keluarga," jelasnya.

Erlina menambahkan bahwa pasien tersebut memang sudah terbukti positif virus corona jenis baru dan kabur sejak minggu lalu. Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Jakarta.

"Mungkin minggu yang lalu. Perempuan. Kami dapat dari Dinkes, kata Dinkes begitu (positif). (Dia orang jakarta) Iya," katanya.

Erlina menuturkan bahwa saat ini ia masih mengecek apakah pasien sudah dijemput kembali dan dirawat di RS rujukan selain RSUP Persahabatan. Ia pun berharap agar hal ini tak lagi terulang, karena berpotensi menularkan virus berbahaya ke warga di sekitar.

"Bahwa ternyata orang ini berkeliaran di masyarakat kan berpotensi untuk menularkan," ujarnya.

Rabu, 04 Maret 2020

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Virus Covid-19 - Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral. Waktu Indonesia masih nihil kasus Virus Corona tetapi negara-negara tetangga sudah terjangkit, sebagian orang mencurigai pemerintah menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya sudah ada warga yang terinfeksi. Rumor lain mengatakan, pemerintah Indonesia tidak mampu mendeteksi virus itu namun selalu dikatakan masih aman.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral
Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral
Tetapi, begitu Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan bahwa ada dua warga Indonesia terinfeksi virus dengan nama baru COVID-19 itu, beritanya seolah menyemburat. Informasi tentang kedua pasien, yang mestinya dirahasiakan, malah bocor ke publik.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Sejauh ini media arus utama tak menyebut identitas lengkap kedua pasien, melainkan hanya inisial nama, jenis kelamin dan usia, tetapi informasi lebih jauh tentang itu berseliweran di media sosial. Sayangnya, alamat rumah keduanya dan nama rumah sakit tempat mereka dirawat, yang mestinya dirahasiakan juga telanjur bocor ke publik.

Terawan bahkan menyampaikan keterangan pers di rumah sakit tempat kedua pasien dirawat dan diisolasi, lalu disampaikan juga akan meninjau rumah mereka di Depok, Jawa Barat. Mulanya tak disebut alamat rumah pasien, tetapi akhirnya terkuak juga setelah Wali Kota Depok Mohamad Idris menyebut secara spesifik kompleks perumahannya. Jadilah rumah kedua pasien objek reportase media massa.

Pelanggaran

Seorang dari kedua pasien, berbicara melalui sejumlah orang terdekatnya, mengaku mulai tertekan atas arus deras informasi yang menyebut profil mereka, bahkan sejumlah di media sosial tersebar foto-foto mereka. Warga di kompleks perumahan itu juga mulai terdampak. Mereka gerah karena permukiman mereka menjadi kerap didatangi wartawan untuk reportase. Sehingga muncul kesan seolah menjadi tempat yang harus dijauhi. Apalagi sampai dipasangi garis polisi.

Mencontoh Singapura, ketika seorang warga negara Indonesia di sana dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pemerintah setempat berkukuh merahasiakan identitas pasien itu kepada Kedutaan Besar RI di sana. Pemerintah Jepang bahkan lebih rapat lagi merahasiakan identitas orang-orang yang terjangkit corona, termasuk sembilan warga Indonesia. Mereka hanya menyebut kesembilan orang Indonesia itu dirawat di satu rumah sakit di Kota Shiba dan rumah sakit lainnya di pinggiran Tokyo.

Di Indonesia, otoritas pemerintah mengingatkan agar masyarakat dan media massa merahasiakan identitas pasien terjangkit corona setelah semuanya telanjur tersebar. Kementerian Kesehatan, misalnya, mengingatkan pers agar tak mengungkap identitas pasien corona karena itu informasi rahasia, selain juga bagian dari Kode Etik Kedokteran. Bahkan, seperti disampaikan Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, pemerintah dan pers juga wajib merahasikan nama rumah sakit tempat pasien corona dirawat.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Padahal, sehari sebelumnya sang Menteri dan beberapa pejabat teras Kementerian menggelar konferensi pers di rumah sakit tempat perawatan kedua pasien. Beberapa saat kemudian sang wali kota tempat tinggal kedua pasien ikut mengonfirmasi alamat kedua pasien.

Komisi Informasi mewanti-wanti masyarakat, termasuk pers, bahwa pengungkapan identitas pribadi pasien positif terinfeksi corona melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Diatur dalam Pasal 17 huruf h dan i undang-undang itu, informasi pribadi dikecualikan bila berkaitan dengan riwayat, kondisi anggota keluarga, perawatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang.

"Karenanya," Komisioner Komisi Informasi Arif A. Kuswardono memperingatkan, "publik dan petugas diimbau agar menghormati hak tersebut dan tidak membagi, menyebarkan atau men-share informasi pribadi pasien yang bersangkutan di media sosial atau tempat lain."

Menurut Kuswardono, ketidakhati-hatian dan kekurangcermatan dapat menyebabkan si pasien jadi objek cemoohan atau dikucilkan dan berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik dalam hal perlindungan hak pribadi. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi warga Indonesia yang dikarantina dan diobservasi, juga mereka yang sudah diizinkan pulang.

Bukan penjahat

Dewan Pers menyesalkan ada media massa yang mempublikasikan identitas atau profil, termasuk alamat rumah, pasien terjangkit corona. Sebagaimana pasien penyakit apa pun (juga korban perkosaan, misalnya), orang yang terinfeksi virus corona tak pernah mau tertimpa musibah itu, dan karenanya, publik dan pers wajib menghormati privasi mereka.

Memang, menurut Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers pada Dewan Pers Arif Zulkifli, para jurnalis bisa mendapatkan informasi dari sumber mana pun untuk kepentingan pemberitaan, tak harus dari sumber resmi seperti lembaga pemerintah. Seandainya ada aparat pemerintah yang tanpa sengaja atau keceplosan menyebut profil atau identitas pasien, setiap jurnalis terikat kode etik wajib menghormati privasi pasien, artinya, tetap tidak boleh mengobral identitas pasien.

Arif juga menyoroti pers Indonesia yang bahkan mereportase rumah kedua pasien corona itu. Dia menganggap liputan semacam itu tak ada relevansinya dengan kasus corona atau pun si pasien. “Rumahnya di Depok atau di Bintaro, enggak ada relevansinya. Itu untuk gagah-gagahan saja.” Sebaliknya, liputan semacam itu, katanya, tak lebih dari efek persaingan media demi traffic atau rating tinggi.

Dia memaklumi, traffic atau rating tinggi sekarang seolah menjadi dewa bagi industri media. Tetapi, dia memperingatkan, industri media yang hanya berorientasi traffic atau rating berpotensi membahayakan media itu sendiri. “Media [massa] nanti tidak lagi dipercaya [oleh masyarakat].” Karena itu, dia mengingatkan lagi agar setiap jurnalis dan lembaga pers mematuhi Kode Etik Jurnalistik agar kepentingan publik tetap diutamakan.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) telah menerbitkan seruan agar semua media siber merahasiakan identitas pasien terjangkit corona; nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan. Selain itu, wajib menghindari konten berita yang memicu publik menjadi panik.

"Konten seperti itu tidak akan membantu siapa pun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular," kata Ketua AMSI Wenseslaus Manggut dalam keterangan tertulisnya.

AMSI menyerukan juga media massa, termasuk media siber, memperbanyak konten-konten berita yang bersifat edukatif tentang cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk, agar virus apa pun tidak menular kepada keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.

Penting juga disampaikan kepada publik bahwa peluang pasien terinfeksi corona untuk sembuh sangatlah besar, sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang dilaporkan terjangkit virus itu. "Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total," kata Wenseslaus. "Kehati-hatian sangat penting," ujarnya mewanti-wanti, "tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memperparah suasana."

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

Virus Corona - PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik. Anggota Komisi IX Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengkritik jajaran pemerintah yang meminta masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus corona. Faktanya, Istana Negara sendiri sudah mulai menerapkan pengamanan yang ekstra ketat.

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik
PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik
"Tadi kan dibilang jangan panik, kalau jangan panik, Istana beri contoh yang baik," kata Saleh di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa, 3 Maret 2020.

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

Saleh mengatakan pada hari ini, setiap orang masuk Istana mulai diperiksa suhu tubuhnya. Dan hal itu diberitakan media.

"Bagaimana masyarakat tidak takut, lha istana saja takut. Justru yang begitu membuat masyarakat takut," kata dia.

Selain itu, Saleh mengatakan bahwa virus corona juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak bagus. Karena itu, dia berharap pemerintah lebih baik lagi dalam menghadapi virus tersebut.

"Ini kalau tidak saya sampaian saya tidak bisa tidur," katanya.

Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Sejauh ini, ada dua orang yang dinyatakan positif terifeksi virus itu.

Kompleks Istana Kepresidenan lantas mulai memperketat pintu masuk. Setidaknya, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo scanner dilakukan seketika tamu atau pegawai memasuki area lingkungan unit kepresidenan dan kantor Presiden Jokowi.