Tampilkan postingan dengan label cara penanganan virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara penanganan virus Corona. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2020

Update Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 Ribu

Update Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 Ribu

Berita IndonesiaUpdate Corona 22 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 90 RibuPemerintah melaporkan bahwa penyebaran virus Corona di Indonesia masih tinggi terjadi hingga saat ini. 


Bahkan, data sampai hari Rabu 22 Juli 2020, telah terjadi penambahan 1.882 kasus baru positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data harian kasus Corona dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan adanya penambahan kasus positif itu, saat ini secara total terdapat sebanyak 91.751 kasus COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, terdapat juga penambahan kasus pada pasien Corona yang sembuh, yakni sebanyak 1.789. Dengan adanya tambahan pasien sembuh tersebut, secara total hingga hari ini sudah ada 50.255 pasien COVID-19 yang berstatus sembuh di seluruh Indonesia.

Sementara itu, pada data antara 21-22 Juli 2020, tercatat sebanyak 139 pasien COVID-19 meninggal dunia. Sehingga, total pasien yang meninggal akibat COVID-19 hingga saat ini telah mencapai 4.459 kasus.

Minggu, 19 Juli 2020

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351

Berita IndonesiaCorona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351. Jumlah kasus positif Corona atau COVID-19 di DKI Jakarta terus mengalami pertambahan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta melaporkan sampai Minggu, 19 Juli 2020 terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 312.

Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351
Corona di DKI 19 Juli: Tambah 312, Kasus Positif Jadi 16.351
Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Jakarta pada hari ini sebanyak 16.351 kasus. Dari jumlah itu, 10.444 orang dinyatakan sudah sembuh. Sementara, 745 orang meninggal dunia.

"Terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 312 kasus," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani, Minggu, 19 Juli 2020.

Pun, ada catatan 925 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, 4.237 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedangkan, untuk pasien suspect berjumlah 52.586 orang.

Untuk yang sudah selesai menjalani isolasi tercatat berjumlah 48.646 orang. Suspect yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 610 orang. Sementara, suspect yang masih menjalani isolasi di rumah sakit sebanyak 1.136 orang.

"Dan yang meninggal sebanyak 2.194 orang. Selain itu, untuk probable berjumlah 42 orang, yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 38 orang, dan yang meninggal sebanyak 4 orang," ujar Fify.

Sementara, catatan bagi pelaku perjalanan berjumlah 1.803 orang. Dengan yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 1.758 orang. Lalu, yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 45 orang. "Untuk kontak erat berjumlah 81.327 orang, yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 73.955 orang. Yang masih jalani isolasi di rumah sebanyak 7.372 orang," ujarnya.

Rabu, 24 Juni 2020

Pegal di Era New Normal Saat Pandemi COVID-19, Wajarkah?

Pegal di Era New Normal Saat Pandemi COVID-19, Wajarkah?

Berita IndonesiaPegal di Era New Normal Saat Pandemi COVID-19, Wajarkah?. Aktivitas yang dilakukan setiap hari pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, terkadang membuat tubuh merasa lelah dan pegal-pegal. Hal itu kerap terjadi lantaran bekerja dari rumah atau dari kantor yang menjadi lebih ekstra berhati-hati.


Tak dimungkiri, sikap ekstra itu dilakukan karena ada rutinitas yang baru yaitu tetap menjaga kebersihan dan membatasi komunikasi jarak dekat. Untuk sebagian orang ada yang aktivitasnya lebih sedikit, sehingga istirahat di rumah menjadi hal yang sering dilakukan. 

Kedua hal itu tentu memberi dampak untuk tubuh. Terlalu sering di rumah dan mengerjakan banyak hal dari rumah, bisa memicu tubuh merasa lelah dan pegal-pegal. Bisa juga poisisi tubuh yang salah saat work from home menimbulkan kepala pusing dan tubuh merasa pegal. Lalu, bisakah pegal-pegal kita atasi dengan cara alami? Adakah trik pijat khusus atau harus minum obat tertentu?

Hal itu akan dijelaskan oleh pakarnya, dr. Ibrahim Agung, Sp.KFR., dalam acara Hidup Sehat, Kamis, 25 Juni 2020 Live On air, pukul 13:00-14.00 WIB.

Aturan Pakai Toilet Umum agar Tak Tertular COVID-19

Menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19, kini secara perlahan tempat-tempat umum sudah mulai dibuka, yang berarti semakin banyak orang akan berada di ruang publik. Hal ini juga berarti, kamu mungkin harus menggunakan toilet umum.

Tetapi pertanyaannya, apakah aman menggunakan toilet umum selama pandemi ini? Bisakah kita tertular COVID-19 saat menggunakannya?  Ya, sebuah penelitian menyatakan ketika kita menyiram toilet, itu dapat menciptakan tetesan aerosol yang mencapai ketinggian sekitar tiga kaki, demikian menurut Times of India. 

Hal ini bisa jadi masalah, karena virus mematikan ini bisa mengendap di udara lebih lama dari yang kamu bayangkan. Dan pengguna toilet berikutnya, dapat menghirupnya atau mendarat di permukaan toilet. Jika tetesan-tetesan ini membawa partikel virus yang menular, itu dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.  

Para peneliti menemukan bahwa ketika air mengalir, itu bisa menciptakan pusaran dan menyebabkan gangguan pada aliran udara. Ini kemudian dapat menyebabkan gaya sentrifugal yang mendorong banyak percikan kecil dan partikel aerosol ke udara. 

Virus corona lebih cenderung menempel pada sel-sel di paru-paru dan saluran pernapasan atas, tetapi juga menargetkan usus kecil yang pada akhirnya menyebabkan mual, muntah dan diare bersamaan, dengan gejala COVID-19 lainnya. Tidak ada penelitian yang membahas tentang bagaimana infeksi virus di aerosol atau melihat aerosol toilet dalam situasi nyata. 

Disarankan untuk menutup toilet sebelum menyiram untuk melindungi orang berikutnya yang juga menggunakan toilet. Akan selalu ada risiko setiap saat, menjaga kebersihan dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan agar kamu aman dan orang lain juga aman. 

Kamu bisa membawa hand sanitizer jika sering bepergian atau keluar rumah lebih lama. Tapi jika menemukan air, akan lebih baik untuk memilih mencuci tangan.

Bawa juga sarung tangan sekali pakai dan satu bungkus tisu. Ingat, jangan pernah melangkah ke tempat umum tanpa mengenakan masker, terutama di toilet umum. 

Senin, 22 Juni 2020

WHO Catat Lonjakan Kasus Corona Tertinggi Dunia

WHO Catat Lonjakan Kasus Corona Tertinggi Dunia

Berita DuniaWHO Catat Lonjakan Kasus Corona Tertinggi Dunia. Berdasarkan catatan WHO, kasus positif virus corona di seluruh dunia mencapai 183.020. Andil terbesar adalah Brasil yang melaporkan 54.771 kasus, Amerika Serikat dengan 36.617 kasus, serta India dengan 15.413 kasus.


Seorang perempuan menjalani tes swab di Banda Aceh, 19 Juni lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lonjakan kasus Covid-19 terbesar di dunia dalam satu hari, pada Minggu (21/06).


Dari total kematian akibat Covid-19, Brasil mencatat angka terbanyak kedua di dunia setelah AS.

Pada Minggu (21/06), Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan 641 orang telah meninggal dunia akibat virus corona selama 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah kematian di Brasil mencapai 50.617 orang. Jumlah kasus positif Covid-19 di Brasil lebih dari satu juta.


Masyarakat adat adalah bagian masyarakat yang paling parah terkena dampak Covid-19 di Brasil.

Hanya AS yang melaporkan angka lebih buruk, yaitu 2,2 juta kasus dan hampir 120.000 orang meninggal dunia.

Para penentang Presiden Bolsonaro berkumpul di berbagai kota, termasuk di São Paulo
Di tengah kondisi ini, ribuan pendukung dan penentang Presiden Jair Bolsonaro turun ke jalan, pada Minggu (21/06).

Para demonstran antipemerintah menyerukan agar Bolsonaro dimakzulkan setelah seorang mantan ajudannya ditangkap pada Kamis (18/06).

Di sisi lain, para pendukungnya berargumen Kongres dan Mahkamah Agung mencoba membatasi wewenang sang presiden.

Karantina wilayah alias lockdown tidak diberlakukan di Brasil. Negara bagian dan kota-kota menerapkan kebijakan masing-masing.

Kekhawatiran sebagian kalangan adalah sistem kesehatan di sejumlah tempat tidak mampu menangani pasien ketika virus menyebar dengan cepat di kawasan permukiman dan lokasi terpencil, seperti masyarakat adat yang sulit mengakses layanan kesehatan.

Senin, 01 Juni 2020

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM 

Berita TerkiniKebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaporkan jumlah kendaraan yang diputar balik sejak 27 Mei 2020 hingga 1 Juni 2020 mencapai 18.708 kendaraan.



Pengendara diberikan sanksi putar balik karena tak dapat menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) saat keluar atau masuk ke wilayah DKI Jakarta.

Kebanyakan Kendaraan Disekat di Tangerang karena Tak Bisa Tunjukkan SIKM 

"Sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2020, Polda Metro Jaya telah memutar balikkan 18.708 kendaraan bermotor yang hendak keluar masuk Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Yusri merinci dari total 18.708 pengendara yang diputar balikan, 7.571 kendaraan di antaranya ditindak di pos penyekatan Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya di pos penyekatan Kabupaten Bogor sebanyak 2.779 kendaraan. Disusul, 2.423 kendaraan disekat di Pos Kabupaten Bekasi.

"Sisanya 3.637 kendaraan terjaring dan diputar-balik di wilayah DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan)," jelas Yusri.

Dia mengatakan, pihaknya mendirikan 20 pos untuk menyeleksi kendaraan yang hendak keluar masuk DKI Jakarta.

Merujuk pada Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta. Yusri menerangkan, kendaraan yang diizinkan keluar dan masuk DKI hanyalah yang mengantongi SIKM.

Diberikan Dua Opsi
Adapun tindakan yang diambil petugas terhadap pengendara yang tidak memiliki SIKM diberikan dua opsi, yaitu kendaraan akan diputar balik dan tidak boleh masuk ke Jakarta, atau penumpang di dalam kendaraan tersebut harus dikarantina atau diisolasi selama 14 hari di tempat yang disediakan pemerintah.

"Kami sekat pengendara. Sebanyak 9 titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua," ucap dia.

sumber : liputan6

Kamis, 14 Mei 2020

Inilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19

Inilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19

Berita DuniaInilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19. Pandemi virus Corona yang masih menghantui sejumlah negara di dunia kerap menjadi situasi yang tak pernah diharapkan sebelumnya. Kondisi tersebut tak cuma menyerang kesehatan masyarakat, namun juga dampak ekonomi, sosial bahkan psikologis.

Inilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19
Inilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19

Inilah 3 Tips Mudah Penyembuhan COVID-19

Virus COVID-19 bisa disembuhkan dengan upaya dan penanganan intensif yang tepat. Hal ini harus terus didengungkan, selain skema untuk upaya pencegahan. Lantas langkah-langkah apa saja yang dapat menjadi penyintas COVID-19?

Tak cuma itu, kampanye untuk selalu optimis untuk kita bisa memenangkan perang melawan COVID-19 juga jadi kunci menanamkan keyakinan menghentikan wabah corona.

Berikut 3 tips penyembuhan virus COVID-19 dari salah satu penyintas COVID-19, Tung Dasem Waringin yang mudah kita lakukan, seperti dilansir akun Twitter resmi BNPB Indonesia:

1. Lakukan Pernapasan “Wim Hof” yaitu teknik pernapasan khusus yang bertujuan menggali lebih banyak energi, mengurangi tingkat stres dan membuat respon imun cepat bertambah.

2. Banyak minum air mineral (30 cc  x berat badan per hari, lebih baik dengan air hangat).

3. Bahagia, menata hati agar bahagia dengan bernyanyi, menghindari berita negatif atau mencari media-media humor.

Selasa, 07 April 2020

China Laporkan Tak Ada Kasus Kematian Baru Akibat Corona

China Laporkan Tak Ada Kasus Kematian Baru Akibat Corona

Berita DuniaChina Laporkan Tak Ada Kasus Kematian Baru Akibat CoronaChina untuk pertama kalinya mengumumkan tidak ada kasus kematian baru akibat virus corona di Wuhan, Ibu Kota Hubei yang merupakan pusat penyebaran wabah, pada hari ini, Selasa, 7 April 2020. 

China Laporkan Tak Ada Kasus Kematian Baru Akibat Corona
China Laporkan Tak Ada Kasus Kematian Baru Akibat Corona
Jumlah kasus COVID-19 di China juga sudah berkurang jumlahnya sejak bulan Maret kemarin. Kota Wuhan berangsur-angsur kembali pulih dari pandemi virus corona.

Pemerintah kota Wuhan bahkan telah menjadwalkan untuk memberikan izin orang-orang meninggalkan kota itu pada Rabu, 8 April 2020 untuk pertama kalinya sejak kota itu ditutup pada 23 Januari sebagai upaya penekanan COVID-19.

Namun ancaman kembali datang, yaitu infeksi yang dibawa masuk dari luar negeri. Otoritas kesehatan setempat melaporkan ada total hampir 1.000 kasus imported virus corona yang dibawa oleh orang-orang datang dari luar negeri.

Dilansir dari France24, China melaporkan ada 32 kasus positif, Senin 6 April 2020, menurun dibanding hari sebelumnya yang dilaporkan 39 kasus di seluruh daratan China, kata Komisi Kesehatan Nasional.

Sebanyak 32 kasus positif di hari Senin itu dikonfirmasi berasal dari wisatawan yang datang dari luar negeri. Total jumlah keseluruhan infeksi positif COVID-19 yang datang dari luar negeri sejauh ini mencapai 983 orang.

Selain itu, kasus infeksi yang datang dari luar negeri dan pasien tanpa gejala tengah menjadi perhatian utama di China saat ini. Penetapan perhatian ini terjadi setelah selesainya masa lockdown yang benar-benar memangkas tingkat infeksi. Per Senin, China menemukan 1.033 pasien tanpa gejala berada dalam pengawasan medis.

Sejak lockdown diterapkan, China juga menutup perbatasannya dengan banyak negara tetangga dan membatasi kedatangan warga negara asing ketika virus itu mulai menyebar secara global. 

Penerbangan Internasional pun dipangkas menjadi tiga ribu dalam sehari dari sebelumnya puluhan ribu di bulan April ini. Alhasil semua penerbangan itu mulai dilakukan uji tes COVID-19 pada bulan April.

Berdasarkan otoritas kesehatan setempat, per Senin, secara total, sampai hari ini ada 81.740 orang positif terinfeksi dan membunuh 3.331 orang di China akibat COVID-19. Sebagian besar ada di Wuhan dan Provinsi Hubei hingga sekitarnya.

Sementara itu, jumlah kematian global dari pandemi ini telah melampaui angka 70.000 yang juga merusak banyak negara dengan populasi besar seperti Eropa dan AS. 

Kamis, 26 Maret 2020

Khawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami

Khawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami

Berita SelebritisKhawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami. Titi Kamal saat ini menjalani karantina mandiri jauh dari keluarga. Hal ini dilakukan karena dia tak bisa serumah dengan suaminya, Christian Sugiono dan kedua jagoannya, Juna dan Kai. Titi pun mengaku, alasannya tidak berani berada satu rumah dengan keluarganya karena baru saja selesai menjalani syuting di luar kota.

Khawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami
Khawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami

Khawatir Positif COVID-19, Titi Kamal Jauhi Anak dan Suami

Itulah mengapa dia tak ingin berada di rumah karena khawatir terjangkit wabah COVID-19. Dia tak mau anak-anaknya malah terserang virus yang bisa merenggut nyawa seseorang. 

Bersyukur Titi sehat dan baik-baik saja karena dia mengkarantina diri sendiri hanya untuk berjaga-jaga beberapa hari ke depan. Dia mengungkapkan kesedihannya karena berpisah sama anak-anaknya lewat akun Instagram.

"Mau sama mama,” kata Kai pas aku mampir sebentar ambil dokumen. Cuma bisa menghindar pakai masker dll. Kangen banget pengen peluk mereka tapi ga bs. Begini ya rasanya, Gaenak banget. Biasanya tiap saat pelukan. Berat rasanya pergi lg dari rumah itu. Dpt kiriman foto ini dari mama," tulis Titi yang memamerkan foto anaknya sedang main di tepi kolam renang.

"Kangen banget. Untung mereka patuh dirumah aja gamau kemana2. Jadi aku kasih berbagai kesibukan dan mainan, dan tentunya harus ttp belajar jg sih. Stay safe anak2ku dan mama. Aku cuma karantina mandiri aja karena abis syuting dari luar kota. Jaga2 aja. Alhamdulillah sehat walafiat sejauh ini. Utk kalian stay safe jg teman2 onlineku," ungkap Titi.

Seperti diketahui, data per 26 Maret 2020, sudah ada 893 kasus COVID-19 di Indonesia dengan perincian sebanyak 78 orang yang meninggal dunia dan yang sembuh 35 orang.


View this post on Instagram

A post shared by Titi Kamal (@titi_kamall) on

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Berita DuniaAmerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona. Akhirnya Amerika Serikat memutuskan meminta bantuan dari China untuk memerangi wabah Virus Corona atau COVID-19 yang sudah membuat negara adi kuasa itu menjadi pusat pandemi dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Amerika Tunduk dan Minta Bantuan China Atasi Corona

Permintaan bantuan mengatasi corona dilakukan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia langsung menghubungi Presiden China, Xi Jinping, Jumat siang 27 Maret 2020.

"Baru saja menyelesaikan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Dibahas dengan sangat terperinci Corona Virus yang merusak sebagian besar Planet kita. China telah melalui banyak dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang Virus. Kami bekerja sama dengan erat. Banyak hormat!," tulis Trump dalam pernyataan tertulis di akun Twitter resminya.

Perlu diketahui saat ini kondisi Amerika memang sedang parah. Jumlah penderita corona di negara ini meledak sampai 16 ribu orang perhari.

Akibatnya, kini Amerika Serikat menjadi negara nomor 1 dunia dalam jumlah penderita corona. Total sudah sebanyak 85.991 warga Amerika positif corona.

Sementara China tergusur ke posisi kedua, di negeri panda ini tercatat ada sebanyak 81.782 orang terjangkit corona.

Untuk diketahui, permintaan bantuan mengatasi corona ini sangat mengejutkan dunia. Sebab dalam beberapa waktu terakhir memang Trump sedang dikecam karena berusaha membuat suhu politik kedua negara memanas dengan melontarkan kata-kata rasis kepada China. 

Trump mengganti nama Virus Corona dengan Chinese Virus atau Virus China. Namun akhirnya Trump sendiri yang tunduk pada China.

Kamis, 19 Maret 2020

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Berita DuniaPetugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol. Para tenaga medis di Hubei, China, tampak saling berpelukan dan terharu usai berjuang melalui masa-masa sulit wabah COVID-19. Rasa haru mereka membuncah karena provinsi yang mencatat kasus pertama virus corona itu, baru saja melaporkan bahwa tidak ada kasus selama dua hari berturut-turut.

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol
Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol
Komisi Kesehatan Provinsi mengatakan kepada Xinhua dan dikutip laman World of Buzz, selama dua hari berturut-turut, Provinsi Hubei di China Tengah melaporkan nol dugaan kasus baru. Bahkan jumlah dugaan kasus yang ada telah berkurang menjadi nol setelah dilaporkan pada hari Selasa, 17 Maret.

Petugas Medis China Berpelukan Haru, Kasus Baru COVID-19 Sudah Nol

Provinsi ini melaporkan satu kasus baru dan 11 kematian baru pada hari Selasa, yang menjadikan jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi menjadi 67.800. Namun, pada hari Selasa, Hubei tidak melihat kasus baru selama 13 hari berturut-turut di semua kota dan prefektur di luar Wuhan.

Dengan adanya temuan tersebut, para tenaga medis yang terlihat mengenakan masker dan pakaian berwarna oranye ini saling berpelukan. Tentu hal ini menjadi hal yang paling mengharukan setelah 3 bulan lamanya mereka harus bekerja ekstra dalam menangani puluhan ribu pasien virus corona. 

Bahkan mereka harus rela meninggalkan anggota keluarga saat perayaan Imlek Januari lalu. Para tenaga medis diketahui mulai dipulangkan pada Selasa setelah diketahui adanya penurunan jumlah kasus pasien corona di sana. 

Kita juga berharap semoga wabah ini bisa segera berakhir di Indonesia. Dan tidak ada lagi penambahan jumlah pasien positif atau meninggal.?

Angka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen

Angka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen

BERITA DUNIAAngka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen. Pemerintah telah mengumumkan data terbaru soal pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona COVID-19. Total ada 25 orang yang meninggal akibat infeksi virus mematikan yang awalnya diidentifikasi berasal dari Wuhan, China itu.

Angka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen
Angka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen

Angka Kematian Corona COVID-19 di RI 8 Persen


Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menuturkan bahwa persentase angka kematian terkait virus Corona COVID-19 di Indonesia mencapai angka 8 persen.

“Kurang lebih sekitar 8 persen dari total kasus yang kita rawat,” kata Yuri dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis, 19 Maret 2020.

Dia mengatakan angka kematian akibat virus Corona memang bersifat dinamis. Yuri karena itu berharap tak ada lagi korban meninggal dunia akibat virus Corona. Diketahui bahwa di Malaysia yang adalah negara tetangga Indonesia, kasus virus Corona lebih dahulu ditemukan. Dari lebih 600 kasus yang ada di sana hanya ada dua pasien meninggal dunia. Sementara Singapura dengan kasus lebih dari 200 mampu nol kematian.

“Angka yang dinamis yang setiap saat jumlah kasus baru akan bisa meningkat dengan cepat,” kata Yuri lagi.

Yuri menjelaskan pasien yang meninggal berada di umur 45 hingga 65 tahun. Hanya satu kasus yang meninggal di usia 37 tahun.

“Kalau kita perhatikan faktor lain memiliki penyakit pendahulu. Sebagian besar diabet, hipertensi, jantung kronis. Beberapa di antara penyakit paru menahun,” kata Yuri.

Sementara hingga saat ini sudah ada 309 kasus virus Corona COVID-19. Angka itu setiap hari diperbaharui pemerintah.


Minggu, 15 Maret 2020

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Cara Terhindar dari Virus COVID-19

Virus CoronaCara Terhindar dari Virus COVID-19. Sejak Virus Corona COVID-19 terus mewabah, muncul sejumlah istilah baru yang terdengar awam bagi banyak orang. Mulai dari epidemi, pandemi, hingga yang terakhir social distance. Dalam pidato terbarunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyebutkan istilah social distance.


Cara Terhindar dari Virus COVID-19

"Saat ini yang penting social distance, jaga jarak. Dengan kondisi itu maka kita kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah," katanya saat temu media di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. Tapi apa sih yang dimaksud dengan social distance?

Dalam artian yang sederhana, social distance yaitu menjaga jarak sosial. Seperti dilansir dari laman resmi John Hopkins University, Minggu hari ini, dalam konteks kebijakan kesehatan, social distance adalah praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit.

Hal ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian. Dalam konteks wabah Virus Corona COVID-19, menjaga jarak ini bertujuan memperlambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi.

Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan, dan juga pekerja. Lalu, bagaimana menerapkan social distance?

John Hopkins University mendefinisikan jarak sosial sebagaimana berlaku untuk COVID-19 sebagai "tetap berada di luar pengaturan kongregasi, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak (sekitar 6 kaki atau 2 meter) dari orang lain jika memungkinkan.

Dengan kata lain, juga menghindari adanya pelukan dan juga jabat sangat. Sangat penting untuk menjaga jarak sejauh 6 kaki dari siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, termasuk batuk, bersin, atau demam.

Seiring dengan jarak fisik, mencuci tangan yang benar penting untuk melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi orang lain di sekitar Anda — karena virus dapat menyebar bahkan tanpa gejala.

"Jangan menunggu bukti bahwa ada sirkulasi (COVID-19) di komunitas Anda. Silakan dan tingkatkan mencuci tangan itu sekarang karena itu benar-benar membantu mengurangi penularan,"kata Caitlin Rivers, seorang ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security.

Ia juga merekomendasikan mencuci tangan setiap kali masuk dari dalam ruangan ke luar rumah, sebelum makan, dan sebelum menghabiskan waktu dengan orang-orang yang lebih rentan terhadap efek Virus Corona COVID-19, termasuk orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis yang serius.

Sabtu, 14 Maret 2020

Virus Corona Bagian Perang Kapital?

Virus Corona Bagian Perang Kapital?

Berita DuniaVirus Corona Bagian Perang Kapital?. Apakah virus Corona menelan banyak korban jiwa? Tidak! Fatality rate-nya berkisar 2-3 persen, tapi gaungnya demikian luar biasa dan menghancurkan pasar keuangan dunia. Kenapa virus Corona mampu merubuhkan fundamental ekonomi dunia? Apakah virus Corona bagian dari perang kapital?

Virus Corona Bagian Perang Kapital?
Virus Corona Bagian Perang Kapital?
China sudah memberikan pernyataan resmi, bahwa virus Corona di Wuhan di duga dibawa oleh militer Amerika Serikat. Dugaan itu disampaikan secara terbuka.

Virus Corona Bagian Perang Kapital?

Sebelum virus Corona merebak di saat masyarakat China menikmati liburan Imlek, tepatnya di bulan Oktober 2019, virus Corona ini sudah menjadi pembahasan dalam forum diskusi yang melibatkan berbagai ahli, media, senator dan sebagainya di Amerika Serikat. Forum yang diselenggarakan atas kerjasama Jhons Hopkins, World Economic Forum dan Bill & Melinda Gates foundation sudah memperkirakan akan terjadi pandemi virus Corona secara global.

Dan kemarin, World Health Organization (WHO) telah menetapkan virus Corona sebagai pandemi global. Badan kesehatan di bawah PBB ini berargumen, penyebaran virus Corona begitu cepat hingga ke wilayah-wilayah yang jauh di luar pusat wabah di Tingkok.

Apakah semua ini terjadi secara kebetulan? Tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua pasti ada sebab musababnya.

Agenda setting media internasional jelas mengaitkan wabah virus Corona dengan ekonomi global. Akibatnya, bursa seluruh dunia bertumbangan. ISHG jatuh hingga di bawah level 5.000 dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga Rp15 ribu per dollar.

Ini semua akibat dari agenda setting media internasional yang secara masif mempropagandakan virus Corona tersebut. Ditambah lagi kemajuan informasi dan teknologi yang demikian cepat menambah penyebaran propaganda tersebut menusuk psikologis pengguna media sosial. Kepanikan dan ketakutan tercipta secara langsung. Semuanya hilang nalar, impulsive.

Asset-asset bagus di seluruh dunia harganya jatuh ke titik terendah. Lantas siapa yang akan memetik keuntungan atas kejatuhan ekonomi bursa global? Ya, pastinya orang, lembaga dan negara yang memiliki kapital kuat.

Jadi virus Corona ini bisa disimpulkan sebagai bagian dari perang kapital. Apakah dunia akan jatuh di bawah kendali Amerika Serikat? Ataukah kebijakan dunia akan jatuh di bawah kendali China. Kita tunggu akhir dari perang kapital ini.

Yang pasti China memiliki jurus pamungkas, membuka jendela dan memandang rembulan.

Jumat, 13 Maret 2020

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Virus Covid-19Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan. Satu orang pasien positif virus corona (COVID-19) melarikan diri dari ruang isolasi RSUP Persahabatan, Jakarta. Disebutkan oleh pihak rumah sakit bahwa pasien tersebut kabur dengan bantuan dari keluarga.

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan
Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan
"Tidak diizinkan (keluar). Dia keluar dan sudah ditunggu oleh keluarga," ujar Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan Sp.P., di kantornya, Jumat 13 Maret 2020.

Pasien Positif Corona Kabur dari RS Persahabatan

Lebih lanjut Erlina menjelaskan bahwa ruang isolasi bukanlah dibentuk seperti penjara yang dikunci dengan jeruji besi. Ada pintu masuk dan keluar, serta diberikan pengamanan dari petugas yang berjaga.

"Jadi diisolasi juga enggak kayak penjara yang dikunci pakai gembok. Ada juga tempat masuknya karena pasien harus masuk dari depan. Begitu masuk, petugas meleng, sudah keluar, sudah ada keluarga," jelasnya.

Erlina menambahkan bahwa pasien tersebut memang sudah terbukti positif virus corona jenis baru dan kabur sejak minggu lalu. Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Jakarta.

"Mungkin minggu yang lalu. Perempuan. Kami dapat dari Dinkes, kata Dinkes begitu (positif). (Dia orang jakarta) Iya," katanya.

Erlina menuturkan bahwa saat ini ia masih mengecek apakah pasien sudah dijemput kembali dan dirawat di RS rujukan selain RSUP Persahabatan. Ia pun berharap agar hal ini tak lagi terulang, karena berpotensi menularkan virus berbahaya ke warga di sekitar.

"Bahwa ternyata orang ini berkeliaran di masyarakat kan berpotensi untuk menularkan," ujarnya.

Sabtu, 07 Maret 2020

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga

Cegah CoronaCegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga. Empat warga negara Indonesia telah dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona COVID-19. Dengan bertambah kasus serangan virus mematikan itu, pencegahan penyebarannya pun terus digalakkan salah satunya dengan menjaga kebersihan tangan.

Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga
Cegah COVID-19, Ini 5 Hal Penting yang Harus Di Jaga
Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menurut para pakar, mampu menjadi cara efektif pencegahannya. Meski terdengar sederhana, menjaga kebersihan tangan memiliki banyak hal yang harus diperhatikan namun sering disepelekan. Berikut 5 hal penting untuk menjaga kebersihan tangan dikutip dari laman The Health Site.

Harus gunakan air mengalir atau hand sanitizer alkohol 60 persen


Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap orang mencuci tangan secara rutin. Namun, mencuci tangan harus pakai air mengalir seperti dari kran dan sabun. Jika mengenakan hand sanitizer, harus dengan kandungan alkohol 60 persen agar kuman mati.

Aturan 20 detik

Cuci tangan minimal 20 detik. Terapkan setiap langkahnya. Pastikan air yang digunakan adalah sumber yang bersih dan diberikan di tiap bagian telapak tangan seperti sela jari dan ujung kuku.

Pastikan tangan kering

Setelah mencuci tangan, selalu pastikam tangan dalam keadaan kering. Dengan menghilangkan kelembaban di tangan, kecenderungan kuman untuk menempel kembali dapat terjadi lebih minim.

Gunakan tisu kering

Sebaiknya keringkan tangan dengan tisu dan hindari menggunakan kain atau handuk. Pemakaian kain cenderung berisiko menempelkan virus kembali ke tangan. Selain itu, jangan menggunakan pengering udara panas karena itu lebih berisiko menyebarkan kuman.

Tisu basah antibakteri

Jika tak ada air mengalir dan hand sanitiser, bisa menggunakan tisu basah dengan kandungan antibakteri. Media ini juga sama efektifnya dalam membasmi kuman yang menempel.


Rabu, 04 Maret 2020

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Virus Covid-19Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral. Waktu Indonesia masih nihil kasus Virus Corona tetapi negara-negara tetangga sudah terjangkit, sebagian orang mencurigai pemerintah menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya sudah ada warga yang terinfeksi. Rumor lain mengatakan, pemerintah Indonesia tidak mampu mendeteksi virus itu namun selalu dikatakan masih aman.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral
Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral
Tetapi, begitu Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan bahwa ada dua warga Indonesia terinfeksi virus dengan nama baru COVID-19 itu, beritanya seolah menyemburat. Informasi tentang kedua pasien, yang mestinya dirahasiakan, malah bocor ke publik.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Sejauh ini media arus utama tak menyebut identitas lengkap kedua pasien, melainkan hanya inisial nama, jenis kelamin dan usia, tetapi informasi lebih jauh tentang itu berseliweran di media sosial. Sayangnya, alamat rumah keduanya dan nama rumah sakit tempat mereka dirawat, yang mestinya dirahasiakan juga telanjur bocor ke publik.

Terawan bahkan menyampaikan keterangan pers di rumah sakit tempat kedua pasien dirawat dan diisolasi, lalu disampaikan juga akan meninjau rumah mereka di Depok, Jawa Barat. Mulanya tak disebut alamat rumah pasien, tetapi akhirnya terkuak juga setelah Wali Kota Depok Mohamad Idris menyebut secara spesifik kompleks perumahannya. Jadilah rumah kedua pasien objek reportase media massa.

Pelanggaran

Seorang dari kedua pasien, berbicara melalui sejumlah orang terdekatnya, mengaku mulai tertekan atas arus deras informasi yang menyebut profil mereka, bahkan sejumlah di media sosial tersebar foto-foto mereka. Warga di kompleks perumahan itu juga mulai terdampak. Mereka gerah karena permukiman mereka menjadi kerap didatangi wartawan untuk reportase. Sehingga muncul kesan seolah menjadi tempat yang harus dijauhi. Apalagi sampai dipasangi garis polisi.

Mencontoh Singapura, ketika seorang warga negara Indonesia di sana dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pemerintah setempat berkukuh merahasiakan identitas pasien itu kepada Kedutaan Besar RI di sana. Pemerintah Jepang bahkan lebih rapat lagi merahasiakan identitas orang-orang yang terjangkit corona, termasuk sembilan warga Indonesia. Mereka hanya menyebut kesembilan orang Indonesia itu dirawat di satu rumah sakit di Kota Shiba dan rumah sakit lainnya di pinggiran Tokyo.

Di Indonesia, otoritas pemerintah mengingatkan agar masyarakat dan media massa merahasiakan identitas pasien terjangkit corona setelah semuanya telanjur tersebar. Kementerian Kesehatan, misalnya, mengingatkan pers agar tak mengungkap identitas pasien corona karena itu informasi rahasia, selain juga bagian dari Kode Etik Kedokteran. Bahkan, seperti disampaikan Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, pemerintah dan pers juga wajib merahasikan nama rumah sakit tempat pasien corona dirawat.

Pasien Corona Bukan Penjahat, Identitasnya Jangan Diobral

Padahal, sehari sebelumnya sang Menteri dan beberapa pejabat teras Kementerian menggelar konferensi pers di rumah sakit tempat perawatan kedua pasien. Beberapa saat kemudian sang wali kota tempat tinggal kedua pasien ikut mengonfirmasi alamat kedua pasien.

Komisi Informasi mewanti-wanti masyarakat, termasuk pers, bahwa pengungkapan identitas pribadi pasien positif terinfeksi corona melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Diatur dalam Pasal 17 huruf h dan i undang-undang itu, informasi pribadi dikecualikan bila berkaitan dengan riwayat, kondisi anggota keluarga, perawatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang.

"Karenanya," Komisioner Komisi Informasi Arif A. Kuswardono memperingatkan, "publik dan petugas diimbau agar menghormati hak tersebut dan tidak membagi, menyebarkan atau men-share informasi pribadi pasien yang bersangkutan di media sosial atau tempat lain."

Menurut Kuswardono, ketidakhati-hatian dan kekurangcermatan dapat menyebabkan si pasien jadi objek cemoohan atau dikucilkan dan berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik dalam hal perlindungan hak pribadi. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi warga Indonesia yang dikarantina dan diobservasi, juga mereka yang sudah diizinkan pulang.

Bukan penjahat

Dewan Pers menyesalkan ada media massa yang mempublikasikan identitas atau profil, termasuk alamat rumah, pasien terjangkit corona. Sebagaimana pasien penyakit apa pun (juga korban perkosaan, misalnya), orang yang terinfeksi virus corona tak pernah mau tertimpa musibah itu, dan karenanya, publik dan pers wajib menghormati privasi mereka.

Memang, menurut Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers pada Dewan Pers Arif Zulkifli, para jurnalis bisa mendapatkan informasi dari sumber mana pun untuk kepentingan pemberitaan, tak harus dari sumber resmi seperti lembaga pemerintah. Seandainya ada aparat pemerintah yang tanpa sengaja atau keceplosan menyebut profil atau identitas pasien, setiap jurnalis terikat kode etik wajib menghormati privasi pasien, artinya, tetap tidak boleh mengobral identitas pasien.

Arif juga menyoroti pers Indonesia yang bahkan mereportase rumah kedua pasien corona itu. Dia menganggap liputan semacam itu tak ada relevansinya dengan kasus corona atau pun si pasien. “Rumahnya di Depok atau di Bintaro, enggak ada relevansinya. Itu untuk gagah-gagahan saja.” Sebaliknya, liputan semacam itu, katanya, tak lebih dari efek persaingan media demi traffic atau rating tinggi.

Dia memaklumi, traffic atau rating tinggi sekarang seolah menjadi dewa bagi industri media. Tetapi, dia memperingatkan, industri media yang hanya berorientasi traffic atau rating berpotensi membahayakan media itu sendiri. “Media [massa] nanti tidak lagi dipercaya [oleh masyarakat].” Karena itu, dia mengingatkan lagi agar setiap jurnalis dan lembaga pers mematuhi Kode Etik Jurnalistik agar kepentingan publik tetap diutamakan.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) telah menerbitkan seruan agar semua media siber merahasiakan identitas pasien terjangkit corona; nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan. Selain itu, wajib menghindari konten berita yang memicu publik menjadi panik.

"Konten seperti itu tidak akan membantu siapa pun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular," kata Ketua AMSI Wenseslaus Manggut dalam keterangan tertulisnya.

AMSI menyerukan juga media massa, termasuk media siber, memperbanyak konten-konten berita yang bersifat edukatif tentang cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk, agar virus apa pun tidak menular kepada keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.

Penting juga disampaikan kepada publik bahwa peluang pasien terinfeksi corona untuk sembuh sangatlah besar, sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang dilaporkan terjangkit virus itu. "Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total," kata Wenseslaus. "Kehati-hatian sangat penting," ujarnya mewanti-wanti, "tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memperparah suasana."

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

Virus CoronaPAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik. Anggota Komisi IX Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengkritik jajaran pemerintah yang meminta masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus corona. Faktanya, Istana Negara sendiri sudah mulai menerapkan pengamanan yang ekstra ketat.

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik
PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik
"Tadi kan dibilang jangan panik, kalau jangan panik, Istana beri contoh yang baik," kata Saleh di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa, 3 Maret 2020.

PAN: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

Saleh mengatakan pada hari ini, setiap orang masuk Istana mulai diperiksa suhu tubuhnya. Dan hal itu diberitakan media.

"Bagaimana masyarakat tidak takut, lha istana saja takut. Justru yang begitu membuat masyarakat takut," kata dia.

Selain itu, Saleh mengatakan bahwa virus corona juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak bagus. Karena itu, dia berharap pemerintah lebih baik lagi dalam menghadapi virus tersebut.

"Ini kalau tidak saya sampaian saya tidak bisa tidur," katanya.

Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Sejauh ini, ada dua orang yang dinyatakan positif terifeksi virus itu.

Kompleks Istana Kepresidenan lantas mulai memperketat pintu masuk. Setidaknya, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo scanner dilakukan seketika tamu atau pegawai memasuki area lingkungan unit kepresidenan dan kantor Presiden Jokowi.

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

VIRUS CORONASidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu. Masker langka dan harganya mahal di pasar kini jadi persoalan. Pihak kepolisian pun merespons persoalan ini dengan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu
Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan mengingatkan para pedagang agar tak coba-coba menaikkan harga masker. Kenaikan harga masker ini memanfaatkan momentum masuknya virus Corona ke Tanah Air.

Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker Palsu

Iwan menyebut pedagang yang menaikkan harga masker bisa dikenakan tindak pidana atas yang mereka lakukan tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat sidak penjualan masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur hari ini, Rabu 4 Maret 2020.

"Agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi. Kalau kami dapati kami akan menindak tegas," kata Iwan.

Namun, bukan hanya pedagang, Iwan juga mengingatkan para distributor hingga produsen. Sebab, pedagang mengaku yang mematok harga adalah distributor.

"Kami imbau para produsen, distributor atau para sales yang menjual masker maupun bahan-bahan antiseptik yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini kami akan melakukan penindakan tegas," ujarnya.

Polisi pun melakukan mengecekan harga masker di Pasar Pramuka. Pun, keaslian masker juga ditinjau. Hasilnya, polisi dapati masker yang biasa dijual puluhan ribu dijual seharga Rp200 ribu. 

Kemudian, polisi juga mendapati beberapa masker dengan harga selangit yang dijual di sana bahkan tidak asli alias abal-abal. Pasalnya, masker tidak memiliki standar pada umumnya.

"Ini masker enggak standar SNI, kenapa dijual Rp200.000 per-boks," kata Iwan lagi. 

Senin, 02 Maret 2020

Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras

Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras

Virus CoronaPanik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras. Aksi borong sembako yang dianggap sebagai panic buying masih berlanjut di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Aksi ini terjadi terkait telah diumumkan dua orang warga Depok yang positif Virus Corona pada Senin 2 Maret 2020.

Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras
Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras
"Selain buat dagang, buat disimpan di rumah juga, takutnya nanti kehabisan." ujar Budiatu salah satu warga Jakata Timur yang ditemui di Pusat Grosir Cipinang, Selasa 3 Maret 2020.

Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras


Sementara itu, Store Manager Pusat Grosir Cipinang, Yanto, menjelaskan bahwa ketersediaan barang di pusat perbelanjaan mereka masih aman untuk 10 sampai 12 hari kedepan. Penambahan stok barang tentu akan dilakukan bila aksi beli masih meningkat.

"Untuk persediaannya kita masih ada banyak, tapi kalau terjadi lonjakan pembeli lagi, stok kita akan tambah lagi." Ujar Yanto.

Dari pantuan, lonjakan pembeli di pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Timur memang terlihat ramai sejak Senin sore, pasca pengumuman 2 warga yang positif terinfeksi Virus Corona.

"Pagi ini memang tidak terlihat seperti kemarin. Tapi warga berbelanja dalam jumlah banyak. Rata-rata beli mie instan, telur dan beras." kata yanto.

Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras
Panik Akibat Corona, Warga Borong Mie, Telur dan Beras
Sejak kemarin sejumlah supermarket memang dipadati pembeli, banyak warga yang antre dan memborong bahan makanan.  Supermarket yang ramai dikunjungi warga berada di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keramaian serupa juga terjadi di Superindo Ujung Aspal Pondok Gede

Menurut Willy, warga yang ada di lokasi, keramaian seperti ini baru terjadi. Penasaran dengan peristiwa langka yang dilihatnya, Willy kemudian menanyakan ke petugas keamanan supermarket.

"Tadi nanya ke satpam, informasi dari dia ini enggak pernah kejadian. Bukan efek tanggal muda juga katanya," ujar Willy. Willy mencari tahu ke sejumlah pengunjung, dan benar, mereka panik dengan virus corona, sehingga berbelanja banyak untuk stok di rumah. “Confirmed, ini semua orang panik,” kata Willy.